Wednesday, 22 July 2009

jalang

berjalan melihat jalanan yang tenang
dengan kaki telanjang
berharap jauh dari malang
hinggapkan pada satu awang
yang tegantung di hati jalang
yang hendak menentang
aturan yang tercentang
dalam ruang yang memanjang

dasar
si manusia jalang
yang tak pernah menang
selalu datang
hancurkan nuansa tenang

dasar manusia jalang
baiknya kau terkubur malang
jauhkan dengan kami yang tak mengundang
kau manusia jalang

liar memandang
hiruk pikuk yang mengumandang
rusakan cita yang terpancang
jadikannya terkenang

dasar kau jalang
mampus kau dalam guncang
jauh jauh kau dari kami yang tenang

3 comments:

Ivan Kavalera said...

memuntahkan lahar kata. pas banget, metafora yg satire. Jujur saya tambah kagum nih dg puisi2nya Joni.

ajir said...

bagus sob..
penuh emosi puisinya,
kayaknya pengalaman pribadi ya?? :D

irwan bajang said...

kayaknya asik banget bermain rima Bung!
hehehehe
hmmm..
baru OL lagi..bahagia rasanya bisa berkunjung ke rumah banyak teman2