Tuesday, 18 August 2009

surat

secarik kertas buram terperangkap diantara jemariku
menanti luluhnya hatiku yang semakin membeku
tersirat sedikit niat untuk membuka belenggu
yang bernaung diantara ragu ragu
yang semakin ambigu
antara dungu dan biru

segores tinta menembus jantungku
ketika aku mulai memburu
makna makna yang bermutu
yang ia tuliskan khusus untukku

luluhkan aku dalam kebekuan yang kaku
pulihkan aliran darahku
yang sempat terbuntu
oleh batu batu cemburu

padamu
yang sungguh mencintaiku

seketika hatiku mendung olehmu
tumbuhkan sesal yang remukan hidupku
terlalu sesat untuk menggapaimu

tunjukan aku pada simpang jalanmu
yang terus aku tuju
meskipun tak ada peta dalam genggamku
hanya secarik kertas yang terus terbelenggu
dalam jemariku
yang semakin kaku

Sunday, 9 August 2009

tentang mereka

aku melihat mereka
birbicara
menuang kata kata
diantara waktu yang terbuka

aku mendengar mereka berbincang bincang
buatku tercengang
dengan apa yang menantang
untuk ku ikut bertandang
diantara mereka yang masih bergadang

diantara detik detik malam
aku masih bersama mereka yang semakin tenggelam
dalam
sedalam makna yang tertuang

mereka terus berbincang
dan sedikit tenang
saat rasa mulai datang
semakin tenang
mencernakan maksud dan tujuan
dari topik yang ikut berbincang

berbincang tentang arti persahabatan
yang selalu menjadi perdebatan
sungguh alot bak persidangan
persahabtan yang kian terpacang
diantara tiang tinag kehidupan

di tiang mana dia akan terpasang?
tunjukanlah dengan cahaya hatimu yang benderang

*untuk kamu yang bimbamg

Monday, 3 August 2009

...

pergi
aku pergi
jauh dari penat ini
sejenak bermimpi
dalam gumpalan energi
yang kuat melindungi diri

pergi
aku menyendiri
sesaat menyadarkan diri
dengan berbagai koreksi

pergi
aku pergi
biarkan aku bercinta dengan naluri
lupakan waktu yang menggauli
jalan jalan hidup yang hampir mati


pergi
biarkan aku sendiri
memahami arti arti
yang berpola dalam imajinasi
yang semakin liar dan berjudi
dengan pilihan pilihan tahi

pergi
aku menanti pagi
yang akan menyambut jiwa ini
dengan hangat mentari
singkap gelap malam yang penuh misteri