Monday, 19 January 2015

Rapuh

Hidup seakan rapuh
Ketika kita mulai terjatuh
Bahkan memori pun lumpuh
Hingga hasrat mulai meringkuh

Disela-sela nafas yang mulai runtuh
Oleh hati yang penuh angkuh
Hanya mampu duduk untuk bersimpuh
Dengan segenan darah yang mengalir di pembuluh

Itulah roda yang harus ku tempuh
Dengan segala peluh
Tak pantas untuk berkeluh
Meski hidup telah merapuh

palembang, 20 Januari 2015

1 comment:

Komar said...

Ini salah satu jenis puisi yang saya suka. Ujung liriknya semua sama. Indah sekali....

Senyuman hidup terasa semakin menjauh
Namun aku tak pernah mengeluh
Kan ku rengkuuuuh.... :)