Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi cinta

Rapuh

Hidup seakan rapuh Ketika kita mulai terjatuh Bahkan memori pun lumpuh Hingga hasrat mulai meringkuh Disela-sela nafas yang mulai runtuh Oleh hati yang penuh angkuh Hanya mampu duduk untuk bersimpuh Dengan segenan darah yang mengalir di pembuluh Itulah roda yang harus ku tempuh Dengan segala peluh Tak pantas untuk berkeluh Meski hidup telah merapuh palembang, 20 Januari 2015

Butiran Salju

APALAH KAMU  BUATKU??? HANYA BUTURAN SALU YANG INDAH KU PANDANG NAMUN TAK MAMPU KU PEGANG KARENA HANYA AKAN HILANG MENCAIR MENJADI AIR YANG TERGENANG KEMUDIAN KERING DAN MENGHILANG HANYA AKU YANG TERKENANG AKAN SEMUA JEJAK YANG TAKKAN HILANG DALAM MEMORIKU YANG TERDALAM SEMUA  YANG TAK MAMPU KUREDAM MUNGKIN INI HANYA AKAN JADI CERITA KELAM DALAM PERJALANAN CINTA SEORANG YANG PENUH LEBAM OLEH LUKA CINTA YANG  BEGITU DALAM Palembang, 17 Januari 2015

Cinta Dalam Cakrawala

Pagi dan senja Bermuka cakrawala Hanya doa dan cinta Yang ada diantaranya Pagi dan senja Berwarna jingga merona Waktu terus bergulir menghantarkanya Meski hidup tak mesti sama Pagi dan senja Aku diantaranya Berkelana dimuka dunia Cinta dalam Cakrawala palembang, 16 Januari 2014

Berlari

Jarak kian tak bertepi Meski berlari dan tak mampu berhenti Mengejar mimpi atau hanya sekedar berlari Menjauhi kenangan yang menyakiti Jarak selalu menjadi duri Yang begitu sakit ketika tak terlampaui Antara cinta dan benci Hanya sebatas teka teki Sebuah kata menjadi begitu berarti Sebagai rambu-rambu informasi Saat hati tak mampu lagi memahami Apa yang sesungguhnya terjadi Berlari Berlarilah buat jarak itu bertepi Atau bahkan tidak perlu terjadi Jarak yang selalu menjadi duri Saat kau dan aku berdiri Pada ruang imajinasi yang tak terjangkau naluri Kekasih yang patah hati Palembang,13 Januari 2015

Bercinta Dengan KeAKUan

Bukan sekedar kata-kata Aku dan hanya diriku Sejenak perlu aku ungkapkan Bukankah aku butuh waktu untuk diri ini? Bahkan tak seorang pun boleh merasukinya Pikiran ini Jiwa ini Butuh ruang untuk dirinya sendiri Aku dan diriku sendiri Tak butuh yang lain Part ini memang seharusnya begini Merenungi apa yang telah terlewati Atau bahkan merencanakan apa yang belum terjadi Aku dan Diriku Palembang, 8 Januari 2015

Cerita-cerita

Cerita cerita Berjalan leluasa Hilir mudik dalam logika Meski tak punya alur dan irama Cerita cerita Meski tak kusuka Tetap saja ada Menganggu di ruang jiwa Cerita cerita Bagaimanapun kisahnya Tetap Tuhan yang mengaturnya Aku hanya ikuti plot-plotNya Cerita cerita Apakah akan berakhir bahagia Hanya Tuhan yang mengetahuinya Yakin akan ketentuanNya Cerita cerita Aku dan berbagai cerita Palembag, 9 Januari 2015